Diskusi Berita Mengenai Banjir dan Polusi Udara

Hai...
Kali ini kita akan membahas mengenai  artikel mengenai banjir bandang yang diambil dari website Kompas.com dan berita polusi udara yang diambil dari kompasberita.com

Petunjuk
1. Membaca petunjuk
2. Membaca berita secara keseluruhan
3. Membuat artikel dengan pedoman yang tertera di bawah berita ini
4. Artikel di-posting ke dalam blog masing-masing siswa 
5. Setelah Di-posting kirimkan link artikel ke email guru


MINAHASA TENGGARA, KOMPAS.com - Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) mengakui bahwa banjir bandang yang melanda beberapa desa di Kecamatan Ratahan akibat dari perambahan hutan yang terjadi di daerah bagian gunung.

"Ilegal logging kemungkinan besar menjadi penyebab terjadi banjir bandang yang besar seperti ini," ujar Sumendap ketika meninjau lokasi bencana, Jumat (6/12/2013) sore tadi. Sumendap berjanji akan menindak tegas pelaku perambah hutan dan illegal logging.

Banjir bandang yang terjadi pada Kamis (5/12/2013) kemarin sore itu telah menyebabkan puluhan rumah warga rusak dan puluhan hektar sawah juga terendam lumpur tebal yang terbawa banjir. Tidak hanya itu, banjir yang terjadi tiba-tiba itu juga membawa kayu-kayu gelondongan berukuran besar dan menghantam rumah warga di tepi sungai.

"Saya sudah puluhan tahun tinggal di situ. Memang air sering naik kalau hujan datang, tetapi tidak seperti ini," ujar Joice Antow, warga Desa Lowu 1, yang dua rumahnya rata dengan tanah.

Seorang warga lainnya, Yonas Roros juga membenarkan, banjir bandang yang menerjang wilayah mereka merupakan terbesar sejak 12 tahun terakhir. "Biasanya, ada siklus enam tahunan, tetapi baru kali ini banjir datang dengan lumpur yang tebal dan kayu-kayu," kata Yonas.

Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, banjir bandang tersebut merupakan longsoran yang terjadi di wilayah gunung Tamporo. Di daerah itu, perambahan hutan sering terjadi. Diduga saat hujan lebat kemarin, tanah di lereng gunung Tamporo tidak bisa lagi menahan beban air, sehingga longsor dan menuju ke arah sungai. Longsoran itu kemudian membawa tanah dan lumpur tebal serta ribuan kayu berbagai ukuran yang kemudian merusak rumah warga di tepi sungai.

Banjir kiriman juga dirasakan warga di Kecamatan Molompar. Dilaporkan, ada sekitar 80 rumah warga di kecamatan itu terendam air setinggi lutut orang dewasa. Kini, pemerintah Kabupaten Mitra sudah mengerahkan berbagai alat berat ke lokasi bencana terutama di lima desa yang ada di Ratahan untuk membantu warga menyingkirkan lumpur dan kayu-kayu besar di bekas terjangan banjir.

"Walau kami belum menghitung secara pasti berapa kerugian akibat banjir ini, namun diperkirakan melebihi Rp 20 miliar," ujar Sumendap.




 Pencemaran Udara Kota Bekasi di Ambang Batas



BEKASI – Tingkat pencemaran udara di Kota Bekasi sudah masuk dalam tahap mengkhawatirkan. Diperkirakan, pencemaran udara itu akan semakin parah karena jumlah kendaraan terus bertambah.
Menurut hasil pemeriksaan laboratorium Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bekasi 2010, polusi udara sudah di ambang batas yakni 30.861 µ gram per m3. Sementara ambang batasnya hanya 30.000 µ gram per m3.

Artinya, kandungan karbonmonoksida (CO) yang ada di udara Kota Bekasi sudah di ambang batas. Sedangkan NO2 dan CO2 masih di bawah ambang batas, yakni 400 µ gram per m3 dan 900 µ gram per m3.

Demikian diungkapkan Kepala BPLH Kota Bekasi, Dadang Hidayat, dan Kepala Sub Bidang Pengendalian Pencemaran Air dan Udara, Zaenal Abidin, kepada SH, Senin (17/10). Pencemaran itu, ungkap Zaenal, akibat asap dari bahan bakar kendaraan, di mana bahan bakar kandungan sulfur yang terlalu tinggi.

Menurut Zaenal, saat ini BPLH Kota Bekasi, sedang memeriksa pencemaran udara di 20 titik. Adapun lokasi pemeriksaan beberapa di antaranya berada di jalan raya.

“Paling parah pencemaran udaranya pada 2010 terdapat di perempatan Kampung Rawapanjang, yakni pertemuan antara Jl Raya Ahmad Yani, Jl Cut Mutiah, Jl RA Kartini, dan Jl Siliwangi Narogong,” kata dia.

Menurut Zaenal, pencemaran yang tinggi di lokasi itu, karena adanya penumpukan kendaraan.
Selain di perempatan Rawapanjang, lokasi yang saat ini menjadi titik pemeriksaan pencemaran udara di Terminal Bus Bekasi, Jl Sudirman seputar Kranji Bekasi Barat, seputar perempatan Bulak Kapal Kecamatan Bekasi Timur, termasuk di beberapa jalan raya yang lalu lintasnya sangat padat.
Ketika ditanya mengenai upaya untuk mengatasi pencemaran udara, Dadang dan Zaenal mengaku pihaknya sebagai BPLH hanya sebatas melakukan penelitian. Upaya untuk menekan pencemaran udara adalah dengan melakukan uji emisi kendaraan.





Petunjuk review
Setelah membaca berita di atas, apa kaitannya antara berita tersebut dengan materi yang sedang kita pelajari yaitu struktur dan fungsi jaringan tumbuhan?

Berikut ini pertanyaan yang dapat menjadi acuan tulisan kalian

  1. Mengapa perambahan hutan dapat mengakibatkan banjir?
  2. Bagaimana solusi untuk mencegah terjadinya banjir sesuai dengan permasalahan di atas?
  3. Bagaimana solusi mengurangi populasi udara berkaitan dengan materi yang sedang kita pelajari? Jelaskan!
Artikel ditulis  minimal 150 kata dengan menggunakan bahasa kalian sendiri

Diskusi Mengenai Tumbuhan Mangrove


Selamat malam...
Ada yang tahu tumbuhan mangrove? Kali ini kita akan berdiskusi mengenai tumbuhan ini. Sebelum membaca artikel, baca dulu petunjuk diskusinya ya

Petunjuk diskusi:
1.    Siswa membaca petunjuk diskusi terlebih dahulu
2.    Siswa membaca artikel “Mangrove”
3.    Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru secara bertahap
4.    Siswa yang menjawab pertanyaan dengan benar dan cepat akan mendapat poin
5.    Siswa yang sudah mendapat poin tidak boleh menjawab pertanyaan selanjutnya, kecuali jika
       teman lainnya tidak menjawab




Mangrove



Menurut Macnae (1968), mangrove berasal dari Bahasa Portugis mangue dan bahasa Inggris grove. Selanjutnya, menurut Tomlinson (1986) dan Wightman (1989), mangrove adalah tumbuhan yang terdapat di daerah pasang surut maupun sebagai komunitas.

Kita sering menyebut hutan di pinggir pantai tersebut sebagai hutan bakau, walaupun ini tidak tepat, karena bakau adalah nama lokal untuk menyebut salah satu jenis mangrove, yaitu Rhizophora.

Akhir-akhir ini banyak bermunculan komunitas pecinta mangroove. Salah satunya adalah KeSEMaT yang ada di Semarang. Mereka menyadari bahwa mangrove butuh dihijaukan dan diselamatkan. mereka berjuang mati-matian untuk menyelamatkan ekosistem mangrove dari kerusakan.

Simbol organisasi mereka adalah akar mangrove yang memiliki arti sebuah keseimbangan. “Mangrove wajib dibudidayakan, karena mangrove butuh manusia dan manusia butuh mangrove,” kata Presiden KeSEMaT.

Nah berhubung kita sedang membahas materi struktur dan fungsi tumbuhan. Ada yang tahu akar mangrove ini termasuk akar tunggang atau serabut? Lalu berdasarkan fungsinya termasuk jenis apakah akar mangroove ini?


Jawab pertanyaan pada kolom komentar yang ada di bawah postingan ini


Latihan Soal Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan


Berikut ini merupakan link menuju "Latihan Soal Struktur dan Fungsi Tumbuhan".

Untuk memulai latihannya silahkan klik link berikut ini

START

Format Laporan Praktikum Struktur Tumbuhan Monokotil dan Dikotil



Berikut ini adalah Format Laporan Praktikum Struktur Tumbuhan Monokotil dan Dikotil:

Nama                     :
Kelas                      :
No. Absen             :
Semester                :
Tahun Ajaran         :
Mata pelajaran       :
Materi                    :
Judul Praktikum    :
Tempat/tanggal      :

A.    Tujuan
B.     Dasar Teori :
C.     Alat dan Bahan
D.    Cara Kerja
E.     Hasil Pengamatan

Akar Jagung/Padi
Foto Hasil Pengamatan
Keterangan


Perbesaran


Akar kacang/bayam
Foto Hasil Pengamatan
Keterangan


Perbesaran


Batang Jagung/Padi
Foto Hasil Pengamatan
Keterangan


Perbesaran


Batang kacang/bayam
Foto Hasil Pengamatan
Keterangan


Perbesaran

F.   Pembahasan   
G. Kesimpulan
           H. Daftar Pustaka

Petunjuk Paraktikum Struktur Tumbuhan Monokotil dan Dikotil




A.    Tujuan
Untuk mengetahui struktur batang dan akar monokotil serta dikotil

B.     Alat dan Bahan
1.      Mikroskop
2.      Kaca penutup
3.      Gabus
4.      Silet
5.      Kaca objek
6.      Pinset
7.      Tumbuhan jagung/padi bagian akar dan batangnya
8.      Tumbuhan kacang tanah/bayam bagian akar dan batangnya
9.      Air
10.  Kamera (alat dokumentasi)

C.     Cara Kerja
1.      Menyiapkan akar dan batang tumbuhan jagung dan kacang tanah yang masih segar.
2.      Kemudian, membuat sayatan melintang setipis mungkin pada akar jagung dan kacang
       tanah. Untuk mendapatkan sayatan yang tipis jepitlah akar/batang di antara dua gabus
       kebudian irislah menggunakan silet.
3.      Meletakkan sayatan tersebut pada kaca objek yang telah ditetesi air kemudian ditutup
      menggunakan kaca penutup
4.      Mengamati di bawah mikroskop
5.      Mencatat hasil pengamatan
6.   Mendokumentasikan hasil pengamatan


Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan

Materi : Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan
Kelas : VIII SMP
Standar Kompetisi : Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan
Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan

Tujuan:
  1. Menjelaskan struktur dan fungsi jaringan di akar, batang, daun, dan bunga.
  2. Membedakan macam-macam jaringan pada tumbuhan
  3. Membedakan tumbuhan dikotil dan monokotil.

Indikator:
  1. Menyebutkan organ yang terdapat pada tumbuhan
  2. menjelaskan jaringan yang terdapat pada tumbuhan
  3. Menjelaskan fungsi dan struktur akar
  4. Menjelaskan fungsi dan struktur batang
  5. Menjelaskan fungsi dan struktur daun
  6. Menjelaskan fungsi dan struktur bunga
  7. menjelaskan faktor-faktor yang berpengaruh pada sistem pengangkutan air dan mineral
  8. membedakan tumbuhan monokotil dan dikotil.
  9. Mengetahui modifikasi yang terdapat pada jaringan tumbuhan




Coba perhatikan foto pohon di atas. Pernahkah kalian membayangkan bagaimana sebuah pohon yang tadinya kecil menjadi besar. Lalu bagaimana pohon itu mendapatkan nutrisi sehingga ia bisa tumbuh? Kali ini kita akan membahas mengenai struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.

Pohon tumbuh dari kecil menjadi besar karena adanya proses pertumbuhan yang berkaitan dengan jaringan meristem dan adanya aktivitas kambium. Pohon mendapatkan nutrisi dengan cara menyerap air dan zat-zat lain dari akar melalui pembuluh xylem. Untuk lebih memahami mengenai apa itu jaringan meristem, kambium, pembuluh xylem dan lainnya akan dibahas pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan berikut ini.


STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN


Pada tumbuhan tingkat tinggi, sel-sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama akan membentuk jaringan. Kemudian, jaringan-jaringan ini bergabung membentuk organ seperti akar, batang, dan daun. Organ-organ ini akan bekerja sama membentuk sistem organ. Selanjutnya, sistem organ bekerja sama membentuk individu.



A.       Jaringan Tumbuhan
Jaringan adalah kumpulan sel mempunyai bentuk, asal, fungsi, dan struktur sama. Secara garis besar, jaringan penyusun tumbuh-tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa.

1.      Jaringan Meristem
Jaringan meristem adalah jaringan yang selalu membelahJaringan meristem terdapat pada ujung batang dan akar sehingga sering disebut meristem apikal. 

2.      Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa adalah jaringan yang telah mengalami diferensiasi. Berdasarkan bentuk dan fungsinya, jaringan dewasa dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu jaringan epidermis, parenkim, kolenkim, sklerenkim, pengangkut, dan gabus

a.       Jaringan Epidermis
Jaringan epidermis adalah jaringan paling luar yang menutupi seluruh permukaan tubuh tumbuhan. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi jaringan di dalamnya dan sebagai tempat pertukaran zat.

Derivat epidermis
Yang dimaksud dengan derivat adalah perubahan struktur epidermis dimana fungsinya juga ikut berubah. Beberapa macam derivat jaringan tumbuhan antara lain:Macam-macam derivat epidermis yaitu:
1.      Stomata
Merupakan derivat epidermis yang berfungsi sebagai jalan masuknya O2 dan CO2 dari udara , Sebagai jalan penguapan (transpirasi), Sebagai jalan pernafasan (respirasi)



2.      Trikoma
Trikoma adalah alat tambahan pada epidermis yang berupa tonjolan/rambut



3.      Sel Kipas / Bulliform Cell
Sel Kipas merupakan sel yang berfungsi dalam proses pembukaan gulungan daun dalam tunas dan untuk mengurangi penguapan yang berlebihan.



4.      Sel silika dan sel gabus
Fungsi sel silika dan sel gabus yang berfungsi untuk memperkuat batang dan kulit batang menjadi keras. 

5.      Litokis
Litokis merupakan derivat epidermis yang terdapat di dalam mesofil daun. 


b.      Jaringan Parenkim
Jaringan parenkim sering disebut jaringan dasar karena terbentuk dari meristem dasar. Jaringan ini terletak di sebelah dalam jaringan epidermis. Fungsinya yaitu untuk menyimpan air dan cadangan makanan. sel-sel parenkim ada yang memiliki klorofil yang disebut klorenkim. .

c.       Jaringan Kolenkirm
Kolenkim merupakan jaringan penyokong atau penguat pada organ tubuh tumbuhan muda dan tanaman herba. Kolenkim merupakan sel hidup dan sifatnya mirip parenkim. Ada sel kolenkim yang mengandung kloroplas dan berperan dalam proses fotosintesis.

d.      Jaringan Sklerenkim
Sklerenkim merupakan jaringan penguat yang terdiri atas sel mati. Dinding sel sklerenkim sangat kuat, tebal, dan mengandung lignin. Berdasarkan bentuknya, sklerenkim dibagi menjadi dua macam, yaitu serabut dan sklereid (sel batu).

Serabut atau serat berasal dari jaringan meristem, umumnya terdiri atas sel-sel yang panjang dan bergerombol membentuk anyaman atau pita. Contohnya, pelepah daun pisang. Sedangkan, sklereid merupakan jaringan sklerenkim yang bentuk selnya membulat dengan dinding sel yang mengalami penebalan. Contohnya, tempurung kelapa atau kulit biji keras.

e.       Jaringan Pengangkut
Jaringan pengangkut atau jaringan pembuluh, merupakan jaringan tumbuhan yang berfungsi untuk pengangkutan zat. Jaringan ini dibagi menjadi dua macam,yaitu floem dan xilem. Floem berfungsi untuk mengangkut zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh. Sedangkan, xilem berfungsi untuk mengangkut air dan mineral dari akar ke daun dan bagian tubuh lainnya.

f.       Jaringan Gabus
Jaringan gabus merupakan jaringan yang tersusun atas sel-sel gabus yang berbentuk memanjang. Jaringan ini berfungsi melindungi jaringan lain yang terdapat di bawahnya agar tidak terlalu banyak kehilangan air. Oleh karena itu, sel gabus biasanya ditemukan di permukaan luar batang.

B.       Organ pada Tumbuhan
Organ pokok tumbuhan ada tiga, yaitu akar, batang, dan daun. Pada tumbuhan berbiji terdapat bunga sebagai alat perkembangbiakannya.


1.      Akar

Akar memiliki fungsi untuk menyerap air dan nutrisi, memperkokoh tumbuhan, sebagai penyimpan cadangan makanan, dan ada juga yang berfungsi untuk respirasi pada tumbuhan tertentu.

Pada tumbuhan dikotil dan monokotil, ujung akarnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra agar akar tidak rusak saat menembus lapisan tanah. Pada tumbuhan dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga dihasilkan akar tunggang. Sedangkan, pada tumbuhan monokotil akar lembaga mati sehingga tidak bisa tumbuh.Berikut ini merupakan animasi irisan membujur akar.

Animasi Struktur Akar

Sedangkan penampang melintang akar dapat dilihat di gambar berikut ini .



2.      Batang
Batang berfungsi sebagai penyokong tumbuhan tersebut, sarana transportasi atau pengangkut, penyimpan cadangan makanan, membantu proses respirasi yaitu melalui lentisel.

a.       Batang Dikotil
Berikut ini merupakan penampang melintang batang dikotil. 

Pada epidermis tumbuhan dikotil ada yang membentuk lentisel yang berfungsi sebagai tempat keluar masuknya udara pada tumbuhan. Batang tumbuhan dikotil memiliki lingkaran tahun hal ini disebabkan oleh aktivitas kambium yang menyebabkan pertumbuhan membesar. Tipe ikatan pembuluh pada batang dikotil  yaitu kolateral terbuka karena antara xilem dan floem terdapat kambium.

b.      Batang Monokotil

Berikut merupakan penampang melintang batang monokotil dan batang dikotil



Tipe ikatan pembuluh pada batang monokotil  yaitu kolateral tertutup karena letak xilem dan floem berdampingan tidak dibatasi oleh kambium menyebabkan pertumbuhan monokotil hanya memanjang.

Modifikasi pada batang
Batang dapat memiliki fungsi tambahan, yang berakibat pada berubahnya bentuk (morfologi) dari bentuk dasar menjadi bentuk yang lain. Berikut adalah beberapa bentuk modifikasi batang.
  1. Rhizoma,brfungsi sebagai alat perkermbangbiakan vegetative,Contohnya pada tanaman jahe.
  2. Tuber(umbi batang),berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan,contohnya pada tanaman kentang.
  3. Bulbus(umbi lapis),berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan dan alat perkembangbiakan vegetative,contohnya pada bawang merah.
  4. Runner,tumbuh sebagai tunas aksilaris batang(tunas ketiak batang).
  5. Stolon,tunas yang tumbuh atau timbul dari bagian dasar batang
  6. Offset,tunas yang tumbuh dari ketiak daun (tunas aksilaris daun)
3.      Daun
Daun merupakan organ tumbuhan yang berfungsi untuk fotosintesis. Hal ini disebabkan karena daun memiliki zat hijau daun (klorofil) yang bisa menyerap sinar matahari. Secara anatomi, jaringan yang menyusun daun adalah epidermis, mesofil, dan jaringan pembuluh.



a.       Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar yang menutup permukaan dan bawah daun. Jaringan ini berfungsi melindungi jaringan daun di bawahnya. Biasanya dilapisi kutikula untuk mencegah terjadinya penguapan air yang terlalu besar.

Epidermis dapat mengalami modifikasi menjadi stomata atau mulut daun yang berfungsi untuk pertukaran udara. Pada tumbuhan darat, stomata ini terletak di epidermis permukaan bawah daun, tetapi untuk tumbuhan air, seperti teratai (Nelumbium nelumbo), stomatanya terletak di permukaan atas daun.

b.      Mesofil
Mesofil disebut juga jaringan dasar, terletak di antara epidermis atas dan bawah. Mesofil terdiri atas jaringan palisade dan jaringan bunga karang (jaringan spons). Kedua jaringan ini banyak mengandung kloroplas yang berperan sebagai tempat fotosintesis.
Jaringan palisade bentuknya memanjang, mengandung banyak kloroplas, dan tersusun rapat. Jaringan ini terletak di bawah epidermis. Sedangkan, jaringan bunga karang bentuknya beragam, tidak teratur, mengandung sedikit kloroplas, dan tersusun renggang. Jadi, proses fotosinteis terjadi di jaringan palisade dan hasilnya ditampung sementara di jaringan spons. Setelah itu, disebarkan ke seluruh tubuh tumbuhan oleh jaringan pembuluh.

c.       Jaringan Pembuluh
Jaringan pembuluh atau pengangkut daun terdapat pada tulang daun. Pada tulang daun terdapat urat-urat halus yang berperan sebagai pembuluh nadi dan sebagai kerangka daun sehingga daun menjadi kuat.
Jaringan pengangkut dibagi menjadi dua, yaitu floem dan xilem. Susunan kedua jaringan ini sama seperti susunan pada batangnya karena merupakan terusan dari jaringan pengangkut di batang.

Animasi Struktur Daun dan Cara Kerja Stomata

4.      Bunga
Bunga merupakan alat perkembangbiakan pada tumbuhan Angiospermae. Bunga merupakan alat perkembangbiakan karena di dalam bunga terdapat alat-alat reproduksi, seperti benang sari,  putik, dan kandung lembaga.
Pada dasarnya, anatomi bunga tumbuhan monokotil dan dikotil adalah sama, yaitu kelopak bunga (kaliks), mahkota bunga (corolla), benang sari (stamen), putik, dan lembaga (ovarium).



Kelopak bunga adalah bagian bunga terluar, terletak pada dasar bunga. Kelopak ini berwarna hijau dan merupakan modifikasi dari daun. Bagian atau lembaran kelopak bunga disebut juga daun kelopak (sepal). Mahkota dan kelopak bunga sering disebut perhiasan bunga. Ukuran mahkota biasanya besar dan berwarna-warni. Tumbuhan dikotil umumnya empat atau lima helai. Sedangkan, pada tumbuhan monokotil tiga atau enam helai.


Animasi Struktur Bunga



Animasi Game Organ Tumbuhan Secara Keseluruhan


Perbedaan Tumbuhan Monokotil dan Dikotil

Berdasarkan uraian di atas tumbuhan monokotil dan dikotil yaitu sebagai berikut
1. Bentuk akar
- Monokotil : Memiliki sistem akar serabut
- Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang

2. Bentuk sumsum atau pola tulang daun
- Monokotil : Melengkung atau sejajar
- Dikotil : Menyirip atau menjari

3. Kaliptrogen / tudung akar
- Monokotil : Ada tudung akar / kaliptra
- Dikotil : Tidak terdapat ada tudung akar

4. Jumlah keping biji atau kotiledon
- Monokotil : satu buah keping biji saja
- Dikotil : Ada dua buah keping biji

5. Kandungan akar dan batang
- Monokotil : Tidak terdapat kambium
- Dikotil : Ada kambium

6. Jumlah kelopak bunga
- Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga
- Dikotil : Biasanya kelipatan empat atau lima

7. Pelindung akar dan batang lembaga
- Monokotil : Ditemukan batang lembaga / koleoptil dan akar lembaga / keleorhiza
- Dikotil : Tidak ada pelindung koleorhiza maupun koleoptil

8. Pertumbuhan akar dan batang
- Monokotil : Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi membesar
- Dikotil : Bisa tumbuh berkembang menjadi membesar





Faktor-faktor yang mempengaruhi pengangkutan air pada tumbuhan

1.      Daya Hisap Daun (Tarikan Transpirasi)
Pada organ daun terdapat proses penguapan air melalui mulut daun (stomata ) yang dikenal sebagai proses transpirasi. Proses ini menyebabkan sel daun kehilanagan air dan timbul tarikan terhadap air yang ada pada sel-sel di bawahnya 

2.      Kapilaritas Batang
Pengangkutan air melalui pembuluh kayu (xilem), terjadi karena pembuluh kayu (xilem) tersusun seperti rangkaian pipa-pipa kapiler. Dengan kata lain, pengangkutan air melalui xilem mengikuti prinsip kapilaritas. Daya kapilaritas disebabkan karena adanya kohesi antara molekul air dengan air dan adhesi antara molekul air dengan dinding pembuluh xilem. Baik kohesi maupun adhesi ini menimbulkan tarikan terhadap molekul air dari akal sampai ke daun secara bersambungan.

3.      Tekanan Akar
Tekanan pada akar terjadi jika transpirasinya rendah, artinya kelembapan pada tanah cukup tinggi. Tekanan akar juga menyebabkan tumbuhan mengalami gutasi, yaitu keluarnya air yang berlebih pada malam hari melalui katup pelepasan (hidatoda) pada daun.

Biasanya air yang keluar dapat kita lihat pada pagi hari berupa tetesan atau butiran air pada ujung-ujung helai daun rumput atau pinggir daun kecil herba (proses gutasi).